Bad mood….
Akhirnya… setelah absen seharian kemaren, aku kembali bisa buka lembaran catatan harianku ini. Kemaren itu hatiku sama sekali ga nyaman… letih, penat dan mengalami banyak hal yang terasa janggal dan menjengkelkan. Aku mengikuti Seminar di Hotel bintang lima di Kota Medan, Ballroom Hotel Grand Angkasa. Seminarnya diberi judul “KONSULTASI REFORMULASI DAN PENGUATAN PELAYANAN DIAKONIA HKBP”. Pembicaranya keren-keren, topik yang dibahas juga keren. Keynote speechnya orang no 1 HKBP, Ephorus… tapi karena banyaknya kesibukan beliau yang sama-sama menuntut perhatian, terpaksa diwakilkan kepada Praeses Medan, Pdt. SMP Marpaung. Ada juga Informasi tentang HIV/AIDS oleh Dr. Josia Ginting, tentang Bahaya Narkoba oleh AKP Tuty Herawaty dari Dept Penanggulangan Bahaya Narkoba POLDASU, Makalah Refleksi Masalah Pendidikan dan Partisipasi Gereja untuk meminimalisir permasalahan sosial di Indonesia dibawakan oleh DR. Bornok Sinaga, dan tanggungjawab manusia terhadap kerusakan alam pembahasannya disampaikan oleh Pdt. Gomar Gultom dengan memberi judul makalah: “Ketika Alam semakin Rusak, dimanakah engkau?”. Makalah terakhir yang sebenarnya membuat aku risih dan miris, sebagaimana pengakuan bapak Polin Pospos yang menyampaikan makalah “PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KALANGAN WARGA GEREJA OLEH GEREJA”. Mengapa risih dan Miris? Peserta yang hadiri seminar sekirat 150 orang, padahal kursi yang tersedia untuk 200-an orang. Yang dibicarakan adalah penanggulangan kemiskinan, tapi yang membicarakan sedang duduk dengan nyaman di kursi empuk dan menikmati sajian Hotel bintang 5. Ironis memang…. Tapi begitulah. Bang Gomar bilang, penting Gereja mengkaji ulang, apakah mungkin meninjau kembali lokasi atau tempat yang dipakai untuk berseminar mengenai pelayanan Gereja dan kemasyarakatan. Karena dia juga baru pulang dari Sidang Raya PGI di Makassar, yang juga membahas tema yang hampir sama dan sama-sama dilakukan di Hotel bintang 5.
Sebenaranya pembahasan menarik, namun menurutku Panitia salah memperhitungkan waktu sesuai dengan kontent pembahasan. Apa mungkin 5 pembicara menyampaikan makalahnya bersama dengan tanya jawab hanya dalam 1 jam? Belum lagi Ibadah penutupan dalam schedule hanya 15 menit berubah menjadi 1 jam karena Pendeta yang berkotbah sangat bersemangat menyampaikan kotbahnya, sehingga lalai dan kurang sensitive melihat keletihan peserta Seminar yang sangat setia duduk mengikuti jalannya acara sejak jam 8.30 pagi sampai jam 7.30 malam? Ah…. Aku menjadi bad mood karena hal ini. Letih dan capek mikirin… apa kira-kira kontribusi yang bisa disumbangkan sebagai hasil dari Seminar yang menghabiskan budget puluhan juta ini bagi penguatan Pelayanan Diakonia di HKBP?
Pulang ke rumah suasana hatiku jadi terbawa bad mood. Belum lagi sepanjang hari aku lost kontak dengan’Honey’, karena kami berdua sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing? Dia disibukkan dengan 2 jadwal meeting, aku harus duduk manis mendengarkan buah-buah pikiran yang hebat untuk HKBP. Akhirnya Honey telpon juga, tapi aku juga ga ngerti dengan suasana hatiku. Jawaban yang kuberikan, tanggapan yang diberikannya sama-sama ga jelas juntrungannya, menurutku. Sebenarnya aku sadar, tidak adil bagi Honey untuk menanggung dampak dari kondisi psikhisku yang sedang komplikasi. Dia sadar bahwa kekasihnya ini memang butuh ditenangkan. Diberinya aku berbagai hal yang bisa mengalihkan pikiran yang kelewat nancap pada hal yang tak sanggup kupikirkan… namun aku justru menanggapinya dari sudut yang beda… aku menganggap dia terlalu mengalah untukku karena kasihan padaku… dan aku benci dikasihani. Honey mencoba terus membujukku, membuatku merasa nyaman, namun yang ada jadi salah paham. Sampai jelang tengah malam (hampir 3 jam ngobrol di telpon) aku belum berhasil menentramkan bathinku. Aku tidur dengan gundah yang membuncah… walau kekasihku memintaku untuk menuliskan semua kegelisahanku melalui e-mail dan mengirimkan kepadanya supaya hatiku lega…. tapi aku ga janji bisa melakukannya. Entah jam berapa aku benar-benar tertidur tadi malam…
Pagi ini aku bangun kesiangan sudah hampir jam 7, langsung mandi dan siap-siap pulang ke Siantar. Perjalanan dari Medan tadi diawali jam 10.15 pagi dengan Tulang, Nantulang, Ito, Eda dan Jeremy anak mereka. Aku nyampe di Siantar tadi jam 2. Seharusnya sebelum jam 1 siang sudah tiba, sayangnya menjelang Sei Rampah ada masalah dengan Dynamo mobil… terpaksalah diperbaiki dulu, takut kenapa-kenapa di jalan, karena Rombongan Tulang masih akan melanjutkan perjalanan ke Tarutung, menemui anak, manantu dan cucu mereka yang baru lahir Kamis malam kemarin jam 12.
Aku langsung ke Kantor dan menikmati kemewahan ini, bisa ngeNet, ngeBlog, ngeFeizbuuk-ria. Ini pengalihan yang manis untuk bad mood yang masih terus berlangsung… Belum lagi sepanjang hari ini aku dibuat agak kesal dengan beberapa janji yang yang ga ditepati. Entah kenapa… Beberapa hari ini aku agak aneh… mendadak melow…. gampang tersinggung, kelewat sensitif dan bad mood melulu. Mungkin ada orang yang tersinggung karena sikapku. Aku sendiri juga tersiksa dengan keadaan ini. Aku ga tau ada apa denganku… Tapi sudahlah.. kuharap Honey-ku ngerti, memahami, bukan dengan niat mengasihani….