Ternyata…..
Aku kesal dengan perasaanku itu. Selera makanku juga turun drastis… (sebenarnya ini blessing karena berat badanku ikut menyusut, dan itu memang sangat kuharapkan, bukan karena takut gendut jadi klihatan jelek, tapi lebih kepada rasa nyaman yang terganggu karena badan sulit dibawa bergerakk dengan lincah). Berkali-kali kukatakan kepada Honey, koq rasanya nyesak banget… tapi aku ga tau kenapa dan ga akibatnya juga jadi bingung menjelaskannya. Honey lebih bingung lagi, karena ternyata dia bisa merasakan ada yang ga beres dengan perasaanku. Berkali-kali juga kucoba mengelak (menyembunyikannya dari Honey), karena aku ga mau dia jadi susah mikirin aku. Tapi seringkali terbongkar juga, karena Honey dengan kesabaran dan pengertiannya berhasil membangun rasa nyaman yang membuatku yakin mengatakan apapun padanya.
Kemaren itu, waktu kami lagi ngobrol, kuceritakan pendapat teman-temanku tentang diriku. Honey komentar bahwa teman-temanku mungkin bercanda, mereka ga mengenali aku dengan baik, jangan dibawa serius… eh aku justru menanggapi: “masih banyak kesempatan bagimu untuk meninjau ulang, dikau tidak mengenal aku dengan baik, makanya kau anggap aku ini punya banyak sekali kelebihan. Teman-temankulah ‘cermin’ paling jujur, karena mereka telah mengenalku dengan baik dan bersosialisasi denganku selama bertahun-tahun. Karena itu jika ingin ditinjau ulang, terbuka banyak kesempatan, mumpung perasaan ini belum nancap terlalu jauh!”. Gantian Honey yang bingung: “apa-apaan? Memang harus ditinjau ulang, tapi pendapat teman-temanmu itu yang harus ditinjau ulang, karena mereka tidak melihat dan menilaimu secara utuh! Aku sangat percaya dengan keputusanku, karena harus kau ingat, Honey.. aku lebih matang dan lebih berpengalaman dari dirimu! Aku tidak hanya mengikuti perasaan impulsif sesaat….”. Sejenak aku tenang mendengarnya, namun beberapa saat kemudian kembali melow dan pengen nangis.
Honey menenangkanku… “semua itu karena kau kangen padaku, Honey… sama seperti rasa kangenku padamu yang membuncah. Semua tanya dan perasaan ga nyaman itu akan selesai, begitu kita ketemu. Jadi bersabarlah… toh 5 Minggu itu ga lama….”. Tapi apa iya dengan ketemu semua masalah bisa selesai?? Aku ga terlalu yakin juga bahwa perasaan yang terkadang berantakan ini melulu karena kangen. Ya… kutrima saja dulu, sembari diuji dan dibuktikan kebenarnannya.
Dan sepanjang hari kemaren aku menghabiskan seluruh waktu di depan Laptopku, menulis dan membalas e-mail, memposting tulisan di blog ini dan chatting dengan beberapa teman. Aku pulang ke rumah sudah malam dan tiba hampir jam 9. Sesampai di rumah baru aku sadar… panggilan alamiah sebagai perempuan ternyata telah memanggil. Uuupsss, aku lupa kalo kemaren tanggal 28, dan memang sudah seharusnya untuk siklus 28 hari. Akhirnya aku senyum-senyum sendiri… Semua ketidak nyamanan ini terjadi karena Pre Menstrual Syndrome ternyata… Hahahaha.. sorry, Honey! Dikau telah menjadi sasaran dari kegagalanku mengenali diriku sendiri. Dasar…. ada-ada saja Olin!!!